4 Langkah Sederhana untuk Membuat Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan membantu mengatur pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan tujuan finansial agar lebih terarah. Simak 4 langkah sederhana yang bisa mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4 langkah sederhana untuk membuat perencanaan keuangan

Mengelola uang tanpa rencana sering kali membuat pengeluaran terasa sulit dikendalikan. Pendapatan baru masuk, berbagai kebutuhan harus dibayar, lalu tanpa disadari hanya sedikit uang yang tersisa untuk ditabung.

Di sinilah perencanaan keuangan menjadi penting. Dengan rencana yang jelas, setiap pemasukan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan dan tujuan, mulai dari membayar pengeluaran rutin hingga menyiapkan dana untuk masa depan.

Membuat rencana keuangan juga tidak harus rumit. Empat langkah berikut bisa menjadi titik awal untuk membangun kondisi finansial yang lebih terorganisir.

Apa itu perencanaan keuangan?

Perencanaan keuangan adalah proses mengatur kondisi finansial saat ini sekaligus menentukan strategi untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.

Proses ini dapat mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan anggaran, pengelolaan utang, pembentukan dana darurat, tabungan, hingga investasi.

Rencana keuangan setiap orang tentu dapat berbeda. Seseorang yang baru mulai bekerja mungkin lebih fokus membangun dana darurat, sementara orang yang sudah berkeluarga dapat memiliki prioritas seperti biaya pendidikan anak atau membeli rumah.

Karena itu, perencanaan yang baik seharusnya disesuaikan dengan pendapatan, kebutuhan, kewajiban, dan tujuan finansial masing-masing.

Mengapa perencanaan keuangan penting?

Tujuan perencanaan keuangan bukan sekadar membuat pengeluaran lebih hemat. Rencana yang baik membantu memberikan gambaran tentang ke mana uang pergi dan bagaimana uang tersebut dapat digunakan secara lebih efektif.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  • membantu mengendalikan pengeluaran;
  • mempermudah menentukan prioritas finansial;
  • mempersiapkan dana untuk kebutuhan tidak terduga;
  • membantu mengelola utang dengan lebih terencana;
  • membuat proses menabung lebih konsisten;
  • membantu mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang.

Dengan mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh, keputusan finansial juga dapat dibuat berdasarkan kemampuan nyata, bukan sekadar perkiraan.

4 langkah sederhana untuk membuat perencanaan keuangan

Tidak perlu langsung membuat sistem yang kompleks. Mulailah dari empat langkah dasar berikut.

1. Kenali kondisi keuangan saat ini

Langkah pertama adalah mengetahui dengan jelas berapa banyak uang yang masuk dan ke mana uang tersebut digunakan.

Catat seluruh sumber pemasukan bulanan, seperti gaji, pendapatan usaha, pekerjaan sampingan, atau sumber pendapatan lainnya. Setelah itu, buat daftar pengeluaran.

Pengeluaran dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, misalnya:

  • kebutuhan tempat tinggal;
  • makanan;
  • transportasi;
  • listrik, air, internet, dan tagihan lainnya;
  • cicilan atau utang;
  • pendidikan;
  • hiburan;
  • tabungan dan investasi.

Jangan lupa mencatat pengeluaran kecil. Kopi, biaya pengiriman, langganan digital, atau pembelian impulsif mungkin terlihat tidak signifikan secara individual, tetapi jumlahnya dapat menjadi besar ketika dihitung selama satu bulan.

Setelah semua dicatat, hitung:

Arus kas = total pemasukan − total pengeluaran

Jika hasilnya positif, terdapat dana yang dapat dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau tujuan lainnya. Jika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, identifikasi kategori yang dapat dikurangi terlebih dahulu.

2. Tentukan tujuan keuangan yang jelas

Setelah memahami kondisi saat ini, tentukan apa yang ingin dicapai dengan uang yang dimiliki.

Tujuan keuangan sebaiknya spesifik, realistis, memiliki nominal, dan mempunyai target waktu.

Alih-alih hanya mengatakan “ingin lebih rajin menabung”, buat target yang lebih konkret. Contohnya:

Mengumpulkan Rp12 juta untuk dana darurat dalam waktu 12 bulan.

Dengan target tersebut, kebutuhan tabungan menjadi lebih mudah dihitung:

Rp12.000.000 ÷ 12 bulan = Rp1.000.000 per bulan

Tujuan juga dapat dikelompokkan berdasarkan jangka waktunya.

Tujuan jangka pendek

Biasanya ingin dicapai dalam beberapa bulan hingga sekitar satu tahun, seperti membangun dana darurat awal, melunasi utang tertentu, atau membeli barang yang sudah direncanakan.

Tujuan jangka menengah

Dapat mencakup uang muka kendaraan, biaya pernikahan, modal usaha, atau persiapan uang muka rumah.

Tujuan jangka panjang

Contohnya adalah dana pensiun, pendidikan anak, membeli rumah, atau membangun aset untuk masa depan.

Jika ada banyak tujuan sekaligus, tentukan prioritas. Tidak semuanya harus dicapai pada waktu yang sama.

3. Buat anggaran bulanan yang realistis

Anggaran adalah alat untuk menentukan bagaimana pendapatan akan digunakan sebelum uang tersebut habis.

Mulailah dengan memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan pengeluaran yang penting untuk kehidupan dan kewajiban finansial, sedangkan keinginan umumnya masih dapat dikurangi atau ditunda.

Salah satu metode populer yang dapat dijadikan titik awal adalah aturan 50/30/20, yaitu:

  • 50% pendapatan untuk kebutuhan;
  • 30% untuk keinginan;
  • 20% untuk tabungan, investasi, atau pembayaran utang.

Namun, angka tersebut bukan aturan mutlak.

Jika biaya kebutuhan pokok mencapai lebih dari 50% pendapatan, misalnya, anggaran harus disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Begitu pula ketika sedang mengejar target melunasi utang, porsi untuk keinginan dapat dikurangi agar pembayaran dapat dipercepat.

Yang terpenting adalah membuat anggaran yang realistis dan dapat dipertahankan, bukan memaksakan persentase tertentu.

Gunakan prinsip “bayar diri sendiri terlebih dahulu”

Menabung dari “uang yang tersisa” sering kali tidak efektif karena pada akhir bulan mungkin tidak ada dana yang tersisa.

Sebagai alternatif, sisihkan uang untuk tabungan atau tujuan finansial segera setelah menerima pendapatan. Transfer otomatis ke rekening terpisah juga dapat membantu menjaga konsistensi.

4. Evaluasi dan sesuaikan rencana secara berkala

Perencanaan keuangan bukan sesuatu yang dibuat sekali kemudian dibiarkan selamanya.

Pendapatan dapat meningkat atau berkurang. Harga kebutuhan berubah. Cicilan selesai. Prioritas kehidupan pun dapat berganti.

Karena itu, lakukan evaluasi keuangan secara berkala, misalnya setiap akhir bulan.

Periksa beberapa hal berikut:

  • apakah pengeluaran sesuai dengan anggaran;
  • kategori mana yang melebihi batas;
  • apakah target tabungan tercapai;
  • apakah ada utang yang perlu diprioritaskan;
  • apakah kondisi pemasukan berubah;
  • apakah tujuan keuangan masih relevan.

Jika anggaran terus-menerus tidak tercapai, jangan hanya menganggapnya sebagai kegagalan. Bisa jadi anggaran tersebut memang tidak sesuai dengan kondisi nyata dan perlu disesuaikan.

Rencana keuangan yang efektif adalah rencana yang fleksibel mengikuti perubahan kondisi finansial.

Jangan lupa menyiapkan dana darurat

Dana darurat memiliki peran penting dalam perencanaan keuangan karena digunakan untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga, seperti kehilangan sumber pendapatan, perbaikan kendaraan mendesak, atau kebutuhan penting lainnya.

Besarnya dana darurat tidak harus langsung terkumpul sekaligus. Mulailah dari nominal yang mampu disisihkan secara rutin.

Idealnya, dana ini ditempatkan di tempat yang mudah diakses ketika benar-benar dibutuhkan, tetapi dipisahkan dari uang yang digunakan untuk pengeluaran sehari-hari.

Dengan adanya dana darurat, kebutuhan mendadak tidak selalu harus ditutup menggunakan kartu kredit, pinjaman, atau dana yang sebenarnya dialokasikan untuk tujuan lain.

Bagaimana jika memiliki utang?

Memiliki utang tidak berarti perencanaan keuangan harus ditunda. Justru pembayaran utang perlu dimasukkan ke dalam rencana bulanan.

Mulailah dengan mencatat seluruh kewajiban, termasuk:

  • jumlah utang yang tersisa;
  • cicilan bulanan;
  • suku bunga atau biaya;
  • tanggal jatuh tempo.

Pastikan pembayaran minimum dan kewajiban rutin tetap terpenuhi. Jika tersedia dana tambahan, pertimbangkan untuk mempercepat pembayaran utang, terutama yang memiliki biaya atau bunga tinggi.

Pada saat yang sama, hindari menambah utang konsumtif baru jika pembayaran kewajiban yang ada sudah membebani anggaran.

Kesalahan yang perlu dihindari saat membuat perencanaan keuangan

Rencana yang terlalu ketat justru dapat sulit dipertahankan. Salah satu kesalahan umum adalah membuat anggaran tanpa menyediakan ruang untuk hiburan atau pengeluaran pribadi sama sekali.

Kesalahan lainnya adalah menetapkan target terlalu tinggi. Memaksakan tabungan dalam jumlah besar ketika pendapatan belum mencukupi dapat membuat rencana cepat ditinggalkan.

Selain itu, hindari beberapa kebiasaan berikut:

  • tidak mencatat pengeluaran kecil;
  • menggunakan tabungan untuk belanja rutin;
  • tidak memiliki prioritas ketika tujuan terlalu banyak;
  • mengabaikan cicilan dan biaya utang;
  • tidak mengevaluasi anggaran;
  • menaikkan gaya hidup setiap kali pendapatan bertambah.

Konsistensi lebih penting daripada membuat rencana yang terlihat sempurna. Menabung dalam jumlah yang realistis setiap bulan umumnya lebih mudah dipertahankan dibanding menetapkan target besar yang akhirnya sering dilewatkan.

Contoh perencanaan keuangan bulanan sederhana

Misalnya, pendapatan bersih setiap bulan adalah Rp8.000.000. Anggaran dapat disusun seperti berikut:

Kategori Anggaran
Kebutuhan pokok dan tagihan Rp4.000.000
Keinginan dan hiburan Rp1.600.000
Dana darurat Rp800.000
Tabungan atau investasi Rp1.000.000
Dana tujuan khusus Rp600.000
Total Rp8.000.000

Contoh tersebut bukan standar yang wajib diikuti. Komposisinya dapat berubah sesuai biaya hidup, tanggungan, utang, dan target masing-masing.

Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa total pengeluaran tidak terus-menerus melebihi pendapatan dan sebagian pendapatan dialokasikan untuk membangun kondisi finansial yang lebih kuat.

Mulai perencanaan keuangan dari langkah kecil

Membuat perencanaan keuangan tidak membutuhkan sistem yang rumit. Mulailah dengan mencatat kondisi keuangan, menentukan tujuan, menyusun anggaran, dan mengevaluasinya secara rutin.

Jika saat ini belum mampu menyisihkan banyak uang, mulai dari nominal kecil yang realistis. Ketika pendapatan atau kondisi finansial berubah, nominal tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap.

Pada akhirnya, perencanaan keuangan bukan tentang mengikuti satu rumus yang sama untuk semua orang. Tujuannya adalah membangun kebiasaan yang membuat uang lebih terarah, kebutuhan tetap terpenuhi, dan tujuan finansial semakin dekat untuk dicapai.