Cara Memahami Level Skor Kredit dan Apa yang Harus Dilakukan di Setiap Level

Skor atau kualitas kredit dapat memengaruhi peluang mendapatkan pinjaman dan fasilitas keuangan lainnya. Kenali level kredit, cara membacanya, serta langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki riwayat kredit.

Cara memahami level skor kredit dan apa yang harus dilakukan di setiap level

Ketika mengajukan KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman lainnya, lembaga keuangan perlu menilai kemampuan dan riwayat calon debitur sebelum memberikan persetujuan.

Salah satu informasi yang dapat digunakan dalam proses tersebut adalah riwayat kredit.

Di Indonesia, informasi mengenai riwayat kredit dapat diperiksa melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Dalam laporan tersebut, terdapat kualitas kredit atau kolektibilitas yang menunjukkan bagaimana pembayaran kewajiban kredit dilakukan.

Istilah “skor kredit” memang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, penting untuk membedakan skor kredit dari perusahaan pemeringkat dengan kualitas kredit dalam SLIK OJK. Keduanya tidak selalu menggunakan sistem penilaian yang sama.

Lalu, bagaimana memahami level kredit dan apa yang sebaiknya dilakukan pada setiap level?

Apa itu skor kredit?

Secara umum, skor kredit adalah penilaian terhadap profil risiko kredit seseorang berdasarkan informasi yang tersedia, seperti riwayat pembayaran dan kewajiban kredit.

Skor tersebut dapat digunakan oleh lembaga keuangan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menilai risiko ketika seseorang mengajukan pembiayaan.

Namun, tidak ada satu angka skor kredit universal yang digunakan oleh semua lembaga keuangan di Indonesia. Penyedia skor kredit atau lembaga keuangan dapat memiliki metode, rentang skor, dan kriteria penilaian yang berbeda.

Karena itu, angka yang dianggap baik pada satu sistem belum tentu memiliki arti yang sama pada sistem lainnya.

Untuk memahami catatan kredit yang tercatat dalam sistem resmi, salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah kualitas kredit dalam SLIK OJK.

Apa itu SLIK OJK?

SLIK adalah singkatan dari Sistem Layanan Informasi Keuangan, sistem yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui SLIK, informasi mengenai debitur dan fasilitas kredit dapat dihimpun serta digunakan untuk mendukung proses penyediaan dana dan manajemen risiko kredit.

Informasi debitur dapat dilihat melalui Informasi Debitur (iDeb).

Masyarakat terkadang masih menyebut pemeriksaan tersebut sebagai “BI Checking”. Namun, layanan informasi debitur yang relevan saat ini berada dalam SLIK yang dikelola OJK.

Apa perbedaan skor kredit dan kolektibilitas kredit?

Keduanya berkaitan dengan risiko kredit, tetapi bukan hal yang sama.

Skor kredit biasanya berupa nilai yang dihasilkan berdasarkan metode penilaian tertentu. Rentang dan cara penghitungannya dapat berbeda tergantung penyedia skor.

Sementara itu, kualitas kredit atau kolektibilitas menunjukkan kondisi pembayaran fasilitas kredit dan dapat dikelompokkan dalam beberapa tingkat.

Secara umum, kualitas kredit dikenal melalui lima level:

Level Kualitas Kredit Gambaran Umum
1 Lancar Pembayaran kewajiban berjalan dengan baik
2 Dalam Perhatian Khusus Mulai terdapat masalah atau keterlambatan pembayaran
3 Kurang Lancar Masalah pembayaran menjadi lebih serius
4 Diragukan Risiko gagal bayar semakin tinggi
5 Macet Kredit mengalami masalah pembayaran yang berat

Karena itu, ketika seseorang mengatakan ingin “mengecek skor kredit OJK”, yang perlu dipahami adalah bahwa informasi SLIK tidak semata-mata berupa satu angka skor seperti yang digunakan beberapa layanan credit scoring.

Level 1: Lancar

Kualitas 1 atau Lancar merupakan kondisi terbaik dalam klasifikasi kualitas kredit.

Artinya, kewajiban kredit berjalan sesuai ketentuan dan pembayaran dilakukan sebagaimana mestinya.

Apa yang harus dilakukan jika berada di level 1?

Jika catatan kredit berada pada kategori Lancar, fokus utamanya adalah mempertahankan kebiasaan pembayaran yang baik.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • bayar cicilan sebelum atau tepat pada tanggal jatuh tempo;
  • pastikan saldo rekening cukup jika menggunakan autodebet;
  • hindari mengambil terlalu banyak kewajiban baru sekaligus;
  • pantau cicilan aktif secara berkala;
  • simpan bukti pembayaran jika diperlukan;
  • periksa laporan kredit secara berkala untuk memastikan informasinya benar.

Memiliki riwayat pembayaran yang baik dapat membantu ketika membutuhkan fasilitas kredit pada masa mendatang.

Namun, status Lancar tidak otomatis menjamin pengajuan kredit akan disetujui. Bank atau perusahaan pembiayaan tetap dapat mempertimbangkan pendapatan, jumlah utang, kemampuan membayar, kebijakan internal, dan faktor risiko lainnya.

Level 2: Dalam Perhatian Khusus

Level berikutnya adalah Kualitas 2 atau Dalam Perhatian Khusus (DPK).

Kategori ini menunjukkan bahwa fasilitas kredit mulai memerlukan perhatian lebih dibanding kredit dengan status Lancar.

Jika berada pada level ini, jangan mengabaikannya. Masalah pembayaran yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Apa yang harus dilakukan pada level 2?

Langkah pertama adalah mencari tahu kewajiban mana yang menyebabkan status tersebut.

Periksa:

  • nama kreditur;
  • jumlah kewajiban;
  • tanggal pembayaran;
  • tunggakan yang tercatat;
  • fasilitas kredit yang masih aktif.

Jika memang terdapat kewajiban yang belum dibayar, prioritaskan penyelesaiannya sesuai kemampuan dan hubungi kreditur jika membutuhkan informasi mengenai jumlah yang harus dibayarkan.

Selain itu, sementara waktu sebaiknya hindari mengambil utang baru yang tidak mendesak.

Tujuan utamanya adalah mencegah kualitas kredit memburuk ke level berikutnya.

Level 3: Kurang Lancar

Kualitas 3 atau Kurang Lancar menunjukkan bahwa masalah pembayaran sudah lebih serius.

Pada tahap ini, catatan kredit dapat menjadi hambatan yang lebih besar ketika mengajukan fasilitas kredit baru.

Apa yang harus dilakukan pada level 3?

Prioritas pertama bukan mencari pinjaman baru untuk menutup masalah lama tanpa perencanaan, melainkan memahami seluruh kewajiban yang sedang berjalan.

Buat daftar yang mencakup:

  • kreditur;
  • sisa kewajiban;
  • tunggakan;
  • cicilan bulanan;
  • biaya atau bunga yang berlaku;
  • kemampuan pembayaran saat ini.

Setelah mendapatkan gambaran lengkap, hubungi lembaga pemberi kredit.

Jika kondisi keuangan membuat pembayaran sesuai jadwal sulit dilakukan, tanyakan opsi penyelesaian atau restrukturisasi yang tersedia. Kebijakan dan persyaratan dapat berbeda pada setiap lembaga.

Hindari menjanjikan nominal pembayaran yang sebenarnya tidak mampu dipenuhi. Rencana penyelesaian utang sebaiknya realistis berdasarkan arus kas.

Level 4: Diragukan

Kualitas 4 atau Diragukan menunjukkan kondisi kredit yang sudah bermasalah secara signifikan.

Pada tahap ini, mendapatkan kredit baru umumnya menjadi lebih sulit karena pemberi pinjaman akan melihat adanya risiko yang tinggi.

Apa yang harus dilakukan pada level 4?

Fokuskan sumber daya pada penyelesaian kewajiban yang sudah ada.

Beberapa tindakan yang dapat dipertimbangkan adalah:

  1. periksa seluruh informasi kredit pada iDeb;
  2. cocokkan catatan tersebut dengan dokumen dan pembayaran yang dimiliki;
  3. hubungi kreditur terkait;
  4. tanyakan jumlah kewajiban yang harus diselesaikan;
  5. diskusikan solusi pembayaran yang tersedia;
  6. prioritaskan kebutuhan pokok dan kewajiban penting dalam anggaran.

Jika terdapat beberapa utang sekaligus, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan siapa yang paling sering menghubungi. Lihat keseluruhan kondisi finansial dan buat strategi pembayaran utang yang terstruktur.

Level 5: Macet

Kualitas 5 atau Macet merupakan level kredit bermasalah yang paling berat dalam klasifikasi tersebut.

Kondisi ini dapat memberikan dampak besar terhadap peluang mendapatkan fasilitas kredit baru.

Namun, memiliki kredit macet bukan berarti tidak ada tindakan yang bisa dilakukan.

Apa yang harus dilakukan jika kredit sudah macet?

Mulailah dengan mengetahui kondisi sebenarnya.

Periksa iDeb dan identifikasi kredit mana yang bermasalah. Kemudian, hubungi kreditur resmi yang tercantum untuk mengetahui status kewajiban dan pilihan penyelesaiannya.

Jika memiliki dana untuk menyelesaikan kewajiban, mintalah informasi mengenai prosedur pembayaran yang benar. Jangan melakukan pembayaran ke rekening atau pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Jika tidak mampu melunasi sekaligus, komunikasikan kondisi finansial dengan kreditur dan tanyakan apakah tersedia mekanisme penyelesaian atau restrukturisasi.

Setelah kewajiban diselesaikan, simpan bukti pelunasan dan dokumen terkait.

Ringkasan tindakan untuk setiap level kredit

Agar lebih mudah dipahami, berikut fokus utama pada setiap level:

Level Kredit Kondisi Prioritas
1 – Lancar Pembayaran berjalan baik Pertahankan pembayaran tepat waktu
2 – Dalam Perhatian Khusus Mulai ada masalah Identifikasi dan segera selesaikan tunggakan
3 – Kurang Lancar Masalah semakin serius Susun rencana pembayaran dan hubungi kreditur
4 – Diragukan Kredit bermasalah signifikan Prioritaskan penyelesaian kewajiban
5 – Macet Masalah pembayaran berat Negosiasikan dan selesaikan kewajiban dengan kreditur

Semakin cepat masalah pembayaran ditangani, semakin baik. Menunda komunikasi dengan kreditur biasanya tidak menyelesaikan masalah dan dapat membuat kewajiban semakin sulit dikelola.

Bagaimana cara mengecek riwayat kredit?

Informasi debitur dapat diminta melalui layanan iDeb SLIK OJK.

Sebelum melakukan permintaan, siapkan dokumen identitas yang diperlukan dan ikuti prosedur yang ditetapkan OJK.

Setelah menerima iDeb, periksa informasi mengenai fasilitas kredit yang tercatat. Pastikan kredit yang ditampilkan memang dikenal dan perhatikan status masing-masing fasilitas.

Pengecekan ini dapat berguna sebelum mengajukan kredit besar seperti KPR atau kredit kendaraan, terutama untuk mengetahui apakah ada kewajiban lama yang masih tercatat.

Bagaimana jika informasi di SLIK tidak sesuai?

Ada kemungkinan seseorang menemukan informasi yang menurutnya sudah tidak sesuai, misalnya kewajiban yang telah dilunasi tetapi status terbaru belum terlihat sebagaimana diharapkan.

Dalam kondisi seperti ini, jangan mencoba mengubah data melalui pihak yang menjanjikan dapat “membersihkan SLIK” dengan membayar sejumlah uang.

Data kredit tidak dapat dihapus begitu saja oleh jasa pihak ketiga.

Hubungi lembaga keuangan yang melaporkan fasilitas tersebut dan tunjukkan dokumen pendukung, seperti bukti pembayaran atau surat pelunasan. Kreditur terkait dapat memberikan penjelasan mengenai status data dan proses pembaruan yang diperlukan.

Apakah melunasi utang langsung membuat riwayat kredit menjadi bersih?

Melunasi tunggakan merupakan langkah penting untuk memperbaiki kondisi kredit. Namun, jangan menganggap bahwa seluruh riwayat sebelumnya langsung hilang setelah pembayaran dilakukan.

Riwayat kredit merupakan catatan mengenai fasilitas dan perilaku pembayaran dalam periode tertentu.

Yang terpenting setelah menyelesaikan kewajiban adalah memastikan bahwa status terbaru telah dilaporkan dengan benar, menyimpan bukti pelunasan, dan membangun kebiasaan pembayaran yang baik untuk kewajiban berikutnya.

Apa yang memengaruhi penilaian ketika mengajukan kredit?

Riwayat pembayaran memang penting, tetapi bank dan lembaga keuangan tidak selalu membuat keputusan hanya berdasarkan satu indikator.

Dalam proses analisis kredit, beberapa faktor lain dapat ikut dipertimbangkan, seperti:

  • jumlah pendapatan;
  • kestabilan penghasilan;
  • total kewajiban yang sedang berjalan;
  • kemampuan membayar cicilan;
  • jenis dan nilai kredit yang diajukan;
  • dokumen yang diberikan;
  • kebijakan risiko masing-masing lembaga.

Inilah alasan seseorang dengan riwayat kredit Lancar masih mungkin mengalami penolakan. Sebaliknya, persetujuan kredit merupakan keputusan pemberi pinjaman berdasarkan keseluruhan profil pemohon.

Cara menjaga kualitas kredit tetap baik

Membangun catatan kredit yang sehat tidak membutuhkan trik khusus. Dasarnya adalah menggunakan fasilitas kredit secara bertanggung jawab.

Bayar kewajiban tepat waktu

Jangan menunggu sampai melewati tanggal jatuh tempo. Jika memungkinkan, atur pengingat atau autodebet agar pembayaran tidak terlupakan.

Jangan mengambil cicilan melebihi kemampuan

Sebelum mengambil kredit baru, hitung seluruh cicilan yang sudah berjalan. Pastikan masih tersedia cukup pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan pengeluaran tidak terduga.

Bangun dana darurat

Dana darurat dapat membantu menjaga pembayaran cicilan ketika muncul pengeluaran mendadak atau terjadi gangguan sementara pada pendapatan.

Periksa catatan kredit secara berkala

Pengecekan membantu menemukan fasilitas kredit yang mungkin terlupakan atau informasi yang perlu dikonfirmasi kepada kreditur.

Hindari mengambil utang untuk menutup utang tanpa rencana

Menggunakan pinjaman baru untuk membayar pinjaman lama dapat menciptakan siklus utang jika tidak disertai perhitungan biaya dan kemampuan pembayaran yang jelas.

Waspadai jasa “pemutihan skor kredit”

Ketika memiliki riwayat kredit bermasalah, tawaran untuk menghapus atau membersihkan catatan kredit dengan cepat mungkin terdengar menarik.

Namun, berhati-hatilah terhadap pihak yang mengklaim dapat menghapus data SLIK atau menaikkan skor kredit secara instan dengan membayar biaya tertentu.

Jika masalah berasal dari kewajiban yang belum diselesaikan, jalan yang tepat adalah berkomunikasi dengan kreditur dan menangani kewajiban tersebut melalui prosedur resmi.

Jangan memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, atau informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.

Skor kredit yang baik dibangun dari kebiasaan finansial yang sehat

Memahami level kredit membantu menentukan langkah yang perlu dilakukan sebelum masalah menjadi lebih besar.

Jika berada pada Kualitas 1, pertahankan kebiasaan pembayaran yang baik. Pada Kualitas 2, segera identifikasi masalah dan selesaikan tunggakan.

Sementara pada Kualitas 3, 4, atau 5, fokus utama sebaiknya beralih pada komunikasi dengan kreditur dan penyelesaian kewajiban secara terencana.

Yang terpenting, jangan hanya mengejar angka “skor kredit sempurna”. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan: membayar kewajiban tepat waktu, menjaga jumlah utang sesuai kemampuan, memeriksa riwayat kredit, dan membangun kondisi keuangan yang sehat.

Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu menjaga catatan kredit, tetapi juga membuat keuangan pribadi lebih siap ketika suatu saat membutuhkan pembiayaan.