Bisakah Mendapatkan Kartu Kredit dengan Skor Rendah? Begini Caranya

Pelajari langkah realistis untuk memperbaiki peluang pengajuan kartu kredit

Tempo de Leitura: 7 minutos
Bisakah Mendapatkan Kartu Kredit dengan Skor Rendah

Bisakah mendapatkan kartu kredit dengan skor rendah? Bisa, tetapi peluang persetujuannya biasanya lebih kecil karena bank akan memeriksa riwayat pembayaran, penghasilan, jumlah utang, dan kemampuan Anda membayar tagihan.

Cara terbaik bukan mengirim banyak pengajuan sekaligus, melainkan memeriksa informasi kredit melalui SLIK OJK, melunasi tunggakan, mengurangi utang, serta memilih kartu yang sesuai dengan profil keuangan.

Perlu diingat, setiap bank memiliki penilaian sendiri sehingga tidak ada metode yang dapat menjamin pengajuan pasti disetujui.

Dalam panduan ini, Unum akan menjelaskan langkah yang dapat membantu Anda membangun profil keuangan lebih sehat sebelum mengajukan kartu kredit.

Apa yang Dimaksud dengan Skor Kredit Rendah?

Istilah skor kredit rendah sering digunakan untuk menggambarkan profil peminjam yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi. Penyebabnya dapat berupa pembayaran terlambat, tunggakan yang belum diselesaikan, terlalu banyak pinjaman, atau penggunaan fasilitas kredit yang kurang terkontrol.

Namun, skor rendah tidak selalu berarti seseorang memiliki utang bermasalah. Ada pula calon pemohon yang belum mempunyai riwayat kredit cukup panjang sehingga bank belum memiliki banyak data untuk menilai kebiasaan pembayarannya.

Dalam proses analisis, bank dapat melihat informasi debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK OJK. Data tersebut dapat mencakup fasilitas kredit, jumlah kewajiban, riwayat pembayaran, dan kualitas kredit.

Bank kemudian menggabungkan informasi tersebut dengan data internal, seperti penghasilan, status pekerjaan, usia, rasio utang, dan kelengkapan dokumen.

Apakah Skor Rendah Otomatis Membuat Pengajuan Ditolak?

Tidak selalu. Skor atau riwayat kredit yang kurang baik memang dapat memperkecil peluang persetujuan, tetapi bukan satu satunya faktor yang dinilai.

Seseorang dengan riwayat pembayaran kurang baik pada masa lalu mungkin tetap memiliki peluang setelah melunasi kewajiban dan menunjukkan kondisi keuangan yang lebih stabil. Sebaliknya, pemohon tanpa tunggakan tetap dapat ditolak jika penghasilannya belum memenuhi syarat atau jumlah utangnya terlalu besar.

Beberapa hal yang umumnya diperhatikan bank meliputi:

  • Ketepatan pembayaran pinjaman sebelumnya.
  • Besarnya penghasilan rutin.
  • Jumlah cicilan yang sedang berjalan.
  • Lama bekerja atau menjalankan usaha.
  • Kelengkapan dan konsistensi dokumen.
  • Jumlah pengajuan kredit dalam waktu dekat.
  • Hubungan nasabah dengan bank.

Jadi, persetujuan kartu kredit merupakan hasil penilaian menyeluruh, bukan keputusan yang hanya bergantung pada satu angka.

Periksa Riwayat Kredit melalui SLIK OJK Terlebih Dahulu

Sebelum mengirim pengajuan baru, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memeriksa riwayat kredit melalui layanan iDeb SLIK OJK.

Pemeriksaan ini membantu Anda mengetahui apakah masih ada tunggakan, fasilitas kredit yang belum ditutup, atau data yang tidak sesuai. Kadang kala, pemohon merasa semua kewajibannya sudah selesai, tetapi status pada laporan belum diperbarui oleh lembaga pemberi kredit.

Periksa beberapa informasi penting berikut:

  • Nama lembaga pemberi pinjaman.
  • Jumlah kewajiban yang tercatat.
  • Status pembayaran.
  • Fasilitas kredit yang masih aktif.
  • Data pribadi yang digunakan.

Jika menemukan kesalahan, hubungi bank, perusahaan pembiayaan, atau lembaga yang menyampaikan data tersebut. OJK menyediakan sistem informasinya, tetapi pembaruan dan koreksi biasanya perlu dilakukan oleh lembaga pelapor.

Cara Mendapatkan Kartu Kredit dengan Skor Rendah

Tidak ada jalan pintas untuk menghapus riwayat pembayaran yang buruk. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu memperbaiki profil Anda secara bertahap.

1. Lunasi tunggakan yang masih aktif

Prioritaskan tagihan yang sudah melewati jatuh tempo. Hubungi pihak pemberi pinjaman untuk mengetahui jumlah kewajiban dan pilihan penyelesaiannya.

Jika tidak mampu membayar seluruhnya sekaligus, tanyakan kemungkinan restrukturisasi atau jadwal pembayaran baru. Pastikan kesepakatan dibuat melalui saluran resmi dan simpan semua bukti pembayaran.

Setelah kewajiban selesai, konfirmasikan kepada lembaga tersebut agar status kredit diperbarui.

2. Kurangi utang sebelum mengajukan

Bank tidak hanya melihat apakah Anda pernah terlambat membayar. Mereka juga menilai seberapa besar bagian penghasilan yang sudah digunakan untuk membayar cicilan.

Jika sebagian besar pendapatan bulanan sudah dialokasikan untuk pinjaman, kemampuan menanggung tagihan kartu kredit akan dinilai lebih rendah.

Karena itu, kurangi saldo utang dan hindari mengambil pinjaman baru menjelang pengajuan.

3. Pilih kartu dengan persyaratan yang sesuai

Jangan langsung mengajukan kartu premium dengan limit tinggi jika pendapatan Anda lebih cocok untuk kartu tingkat dasar. Produk premium biasanya menetapkan persyaratan penghasilan dan penilaian yang lebih ketat.

Pilih produk dengan biaya tahunan, batas kredit, dan persyaratan pendapatan yang sesuai kemampuan. Langkah ini lebih realistis daripada mengejar fasilitas yang belum diperlukan.

Secara umum, pemegang kartu utama perlu memenuhi batas usia dan penghasilan minimum yang berlaku. Namun, setiap bank dapat menetapkan persyaratan lebih tinggi untuk produk tertentu.

4. Ajukan di bank tempat menerima gaji

Mengajukan kartu pada bank yang menerima transfer gaji dapat menjadi pilihan praktis. Bank tersebut sudah memiliki data arus dana masuk dan aktivitas rekening Anda.

Sebagai contoh, nasabah payroll di BCA, Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga, atau Bank Danamon dapat memeriksa pilihan kartu yang tersedia melalui saluran resmi masing masing.

Hubungan payroll tidak menjamin persetujuan, tetapi dapat membantu bank memverifikasi pendapatan dengan lebih mudah.

5. Siapkan dokumen secara lengkap

Dokumen yang tidak lengkap atau informasi yang berbeda dapat membuat pengajuan tertunda, bahkan ditolak.

Dokumen yang mungkin diminta meliputi:

  • e-KTP.
  • NPWP jika diwajibkan.
  • Slip gaji atau bukti penghasilan.
  • Rekening koran.
  • Bukti kerja atau informasi usaha.
  • Nomor telepon dan alamat aktif.

Pastikan data pekerjaan, penghasilan, dan alamat ditulis secara jujur. Jangan menaikkan jumlah pendapatan atau menggunakan dokumen palsu demi mengejar persetujuan.

6. Hindari banyak pengajuan sekaligus

Mengajukan beberapa kartu dalam waktu berdekatan bukan strategi yang efektif. Selain menyulitkan pengelolaan proses, kebiasaan ini dapat memberikan kesan bahwa Anda sangat membutuhkan tambahan kredit.

Pilih satu produk yang paling sesuai, lengkapi dokumen dengan benar, lalu tunggu hasilnya. Jika ditolak, cari tahu bagian profil keuangan yang perlu diperbaiki sebelum mencoba lagi.

7. Pertimbangkan limit awal yang rendah

Limit rendah bukan berarti kartu tersebut tidak bermanfaat. Justru, batas yang lebih kecil dapat membantu pengguna baru membangun kebiasaan pembayaran tanpa mengambil risiko berlebihan.

Gunakan kartu untuk transaksi yang sudah masuk anggaran, lalu bayar tagihan secara penuh dan tepat waktu. Riwayat seperti ini lebih berguna daripada memiliki limit besar tetapi kesulitan membayar.

Bagaimana Membangun Kembali Riwayat Kredit?

Perbaikan riwayat kredit membutuhkan waktu dan konsistensi. Melunasi tunggakan merupakan awal yang penting, tetapi kebiasaan setelahnya juga perlu dijaga.

Bayar semua cicilan sebelum jatuh tempo, hindari menggunakan seluruh limit, dan jangan mengambil banyak fasilitas kredit secara bersamaan. Selain itu, sisihkan dana darurat agar pengeluaran mendadak tidak selalu harus ditutup dengan pinjaman.

Periksa kembali laporan SLIK secara berkala untuk memastikan data sudah diperbarui. Perubahan tidak selalu tercatat secara instan karena lembaga keuangan membutuhkan waktu untuk melaporkan pembaruan.

Kesalahan yang Justru Memperkecil Peluang Persetujuan

Saat ingin mendapatkan kartu kredit dengan skor rendah, hindari tindakan yang dapat memperburuk keadaan.

Jangan memalsukan slip gaji, menyembunyikan utang, atau menggunakan jasa yang menjanjikan dapat “membersihkan SLIK” secara instan. Tidak ada pihak luar yang dapat menghapus data kredit sah hanya dengan meminta bayaran.

Hindari pula pinjaman online ilegal untuk melunasi utang lain. Cara tersebut dapat menciptakan beban baru dengan biaya yang lebih besar.

Selalu gunakan layanan bank, perusahaan pembiayaan, dan platform pinjaman yang berizin serta diawasi oleh OJK.

Kapan Sebaiknya Menunda Pengajuan?

Menunda pengajuan bisa menjadi keputusan yang lebih bijak apabila Anda masih memiliki tunggakan, penghasilan belum stabil, atau sebagian besar pendapatan sudah habis untuk cicilan.

Sebaiknya tunda juga jika baru saja menerima beberapa penolakan atau belum memiliki dokumen pendukung yang lengkap.

Kartu kredit seharusnya digunakan sebagai alat pembayaran, bukan sumber dana untuk menutup kebutuhan pokok setiap bulan. Jika pengeluaran dasar masih melebihi pendapatan, perbaiki anggaran terlebih dahulu sebelum menambah fasilitas kredit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah riwayat kredit buruk bisa diperbaiki?

Bisa. Lunasi atau negosiasikan utang, lakukan pembayaran tepat waktu, kurangi pinjaman baru, dan pastikan data pada SLIK telah diperbarui.

2. Apakah melunasi utang langsung membuat pengajuan disetujui?

Tidak. Pelunasan dapat memperbaiki profil, tetapi bank tetap menilai pendapatan, pekerjaan, cicilan berjalan, dokumen, dan kebijakan internal.

3. Berapa penghasilan minimum untuk mengajukan kartu kredit?

Secara umum, penghasilan minimum pemegang kartu utama adalah Rp3 juta per bulan. Namun, bank dapat menetapkan batas lebih tinggi sesuai jenis kartu.

4. Apakah bisa mengajukan kartu kredit tanpa riwayat kredit?

Bisa, tetapi persetujuannya tetap bergantung pada penghasilan, pekerjaan, rekening, dokumen, dan hasil analisis bank.

5. Apakah bank payroll lebih mudah menyetujui pengajuan?

Bank payroll lebih mudah memeriksa arus penghasilan Anda. Meski begitu, hubungan payroll tidak menjamin kartu kredit pasti disetujui.

Perbaiki Profil Keuangan Sebelum Mengejar Persetujuan

Jadi, bisakah mendapatkan kartu kredit dengan skor rendah? Peluangnya tetap ada, tetapi Anda perlu memperbaiki faktor yang menjadi perhatian bank terlebih dahulu.

Mulailah dengan memeriksa SLIK OJK, menyelesaikan tunggakan, mengurangi jumlah utang, dan memilih kartu yang sesuai penghasilan. Hindari banyak pengajuan dalam waktu singkat serta jangan percaya pada pihak yang menjanjikan persetujuan pasti.

Fokus utama bukan sekadar mendapatkan kartu, melainkan membangun kemampuan menggunakan kredit dengan aman. Ikuti terus panduan dari Unum untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih terencana dan bertanggung jawab.